Skip to content
SE Laboratory
se-polinema
se-labsrcblogskripsi-series-part-2-landasan-teori.md
Ln 1, Col 1Markdown
Reading progress: 0%

Skripsi Mini Series Part 2: Literature Review (Landasan Teori)

July 14, 2026 · tutorial · 18 min read

BySESE Lab

Last updated July 14, 2026

Tags:ThesisResearch MethodologyLaravelSoftware Engineering

1. What is Chapter 2: Literature Review (BAB II: Landasan Teori)?

Chapter 2 answers a different question than Chapter 1: Introduction (BAB I: Pendahuluan). Where Chapter 1 argued why your problem matters, Chapter 2 proves two things: you understand the concepts needed to solve it, and you know what other researchers have already tried. It has two subsections:

SubsectionPurpose
2.1 Literature Study (Studi Literatur)A comparison table of prior related work: what others studied, how, and what gap remains for your project to fill.
2.2 Theoretical Basis (Dasar Teori)Definitions and theory for every concept your project depends on, cited from credible sources.

A common misconception treats Chapter 2 as “the chapter where I explain what Laravel is.” It is not a tutorial for the reader. Instead, it is evidence that your project rests on solid ground and a map of the gap where your Research Questions (Rumusan Masalah), defined in Chapter 1, sit.

1. Apa Itu BAB II: Landasan Teori?

BAB II (Landasan Teori) menjawab pertanyaan yang berbeda dari BAB I. BAB I berargumen mengapa masalah Anda penting; BAB II membuktikan Anda memahami konsep yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya, dan Anda tahu apa yang sudah dicoba peneliti lain. Bab ini memiliki dua subbab:

SubbabTujuan
2.1 Studi Literatur (Literature Review)Tabel perbandingan penelitian terkait sebelumnya: apa yang diteliti orang lain, bagaimana caranya, dan kesenjangan apa yang tersisa untuk diisi proyek Anda.
2.2 Dasar TeoriDefinisi dan teori untuk setiap konsep yang menjadi landasan proyek Anda, dikutip dari sumber yang kredibel.

Kesalahpahaman umum adalah menganggap BAB II sebagai “bab tempat saya menjelaskan apa itu Laravel.” Bukan begitu: bab ini adalah bukti bahwa proyek Anda berdiri di atas landasan yang kokoh, dan peta kesenjangan tempat Rumusan Masalah Anda (BAB I) berada.


2. Why Getting Chapter 2 Right Matters

What is it?

Chapter 2 is the bridge between “what has been established” (literature, theory) and “what you are about to test” (your Research Questions).

Why does it matter?

  • It protects you from reinventing known findings. If a comparable comparison already exists, your examiner will ask why your work is different. Literature Study is where you answer that question before it is asked.
  • It supplies your vocabulary. Every technical term you use in Chapters 3 through 6 (cyclomatic complexity, coupling, Action Pattern) must first be defined here, with a citation. Using an undefined term later is an easy way to lose points.
  • It is where plagiarism risk is highest. Copy-pasted definitions without paraphrasing or citation are the single most common cause of failed Turnitin and plagiarism checks in a thesis (skripsi).
  • It anchors your metrics. In our example, claiming that cyclomatic complexity and coupling are valid maintainability proxies is itself a theoretical claim, traceable to McCabe’s 1976 complexity metric and Chidamber & Kemerer’s coupling metrics, not something you get to assert for free in Chapter 3.

When do you use it?

Start Literature Study searches early (in parallel with drafting Chapter 1), because what you find may reshape your Research Questions. Finalise Theoretical Basis once your Research Questions and Scope and Limitations (Batasan Masalah) are stable, since it must cover exactly (and only) the concepts your finalised scope needs.

Where does it fit?

Theoretical Basis concepts get used, not repeated, in every later chapter: Chapter 3 cites theory to justify metric choices, Chapter 4 cites architecture and design theory (MVC, SOLID) to justify design decisions, and Chapter 6 cites the same theory to interpret results.

How do you create one?

  1. Search academic databases (Google Scholar, Garuda, Sinta, ACM/IEEE Digital Library) using keywords from your Research Questions.
  2. Read abstracts first; keep only papers relevant to your specific gap.
  3. Fill a Literature Study comparison table (Section 4 below).
  4. Write Theoretical Basis subsections: one per concept your Research Questions and Scope and Limitations actually name.
  5. Cite every claim; paraphrase, never copy verbatim without quotation.

2. Mengapa Menulis Landasan Teori dengan Benar Itu Penting?

Apa itu?

Landasan Teori adalah jembatan antara “apa yang sudah mapan” (literatur, teori) dan “apa yang akan Anda uji” (Rumusan Masalah Anda).

Mengapa penting?

  • Melindungi Anda dari menemukan ulang temuan yang sudah ada. Jika perbandingan serupa sudah ada, penguji Anda akan bertanya mengapa penelitian Anda berbeda: Studi Literatur adalah tempat Anda menjawabnya sebelum ditanyakan.
  • Menyediakan kosakata Anda. Setiap istilah teknis yang Anda gunakan di BAB III–VI (cyclomatic complexity, coupling, Action Pattern) harus didefinisikan di sini terlebih dahulu, dengan sitasi: menggunakan istilah tanpa definisi adalah cara mudah kehilangan nilai di bagian selanjutnya.
  • Di sinilah risiko plagiarisme tertinggi. Definisi hasil copy-paste tanpa parafrase atau sitasi adalah penyebab paling umum kegagalan pemeriksaan Turnitin/plagiarisme dalam skripsi.
  • Menjadi dasar bagi metrik Anda. Dalam penelitian ini, alasan cyclomatic complexity dan coupling menjadi proksi maintainability yang valid adalah klaim teoretis (dapat ditelusuri ke metrik kompleksitas McCabe (1976) dan metrik coupling Chidamber & Kemerer), bukan sesuatu yang bisa Anda asumsikan begitu saja di BAB III.

Kapan digunakan?

Mulai pencarian Studi Literatur sejak awal (paralel dengan menyusun BAB I) karena apa yang Anda temukan dapat membentuk ulang Rumusan Masalah Anda. Finalisasikan Dasar Teori setelah Rumusan Masalah dan Batasan Masalah Anda stabil, karena bab ini harus mencakup persis (dan hanya) konsep yang dibutuhkan ruang lingkup final Anda.

Di mana tempatnya?

Konsep di Dasar Teori digunakan, bukan diulang, di setiap bab berikutnya: BAB III mengutip teori untuk menjustifikasi pilihan metrik, BAB IV mengutip teori arsitektur/desain (MVC, SOLID) untuk menjustifikasi keputusan desain, BAB VI mengutip teori yang sama untuk menginterpretasikan hasil.

Bagaimana membuatnya?

  1. Cari database akademik (Google Scholar, Garuda, Sinta, ACM/IEEE Digital Library) menggunakan kata kunci dari Rumusan Masalah Anda.
  2. Baca abstrak terlebih dahulu; simpan hanya makalah yang relevan dengan kesenjangan spesifik Anda.
  3. Isi tabel perbandingan Studi Literatur (Bagian 4 di bawah).
  4. Tulis subbab Dasar Teori: satu per konsep yang benar-benar disebutkan dalam Rumusan Masalah/Batasan Masalah Anda.
  5. Kutip setiap klaim; parafrasekan, jangan pernah menyalin verbatim tanpa tanda kutip.

3. Continuing Our Example: What Theory Does Our Evaluation Need?

Our Research Questions (Part 1) name four concepts that must each get a Theoretical Basis subsection: the Action Pattern, maintainability (as a measurable quality attribute), testability, and the literature thresholds we evaluate against. Working backward from Research Questions to a theory list is the fastest way to avoid writing theory you never use:

Research Questions keywordRequired theory subsection
”Action Pattern”2.2.1 Laravel Framework & MVC · 2.2.2 Single Responsibility Principle · 2.2.3 The Action Pattern
”maintainability”2.2.4 Software Quality (ISO/IEC 25010) · 2.2.5 Cyclomatic Complexity · 2.2.6 Coupling
”testability”2.2.7 Unit Testing & Testability · 2.2.8 Black Box Testing and UAT
”ambang batas yang direkomendasikan literatur”2.2.9 Code Metric Thresholds

Notice this list contains nothing about Todo apps. The domain (todos) is incidental; the theory is entirely about evaluating an implementation against established standards, which is the actual research contribution. This is a useful test for your own project: if a theory subsection doesn’t trace back to a Research Questions keyword, cut it.

3. Melanjutkan Contoh Berkelanjutan Ini: Teori Apa yang Dibutuhkan Evaluasi dalam Penelitian Ini?

Rumusan Masalah penelitian ini (Bagian 1) menyebutkan empat konsep yang masing-masing harus mendapat subbab Dasar Teori: Action Pattern, maintainability (sebagai atribut kualitas yang terukur), testability, dan ambang batas literatur yang menjadi acuan evaluasi dalam penelitian ini. Bekerja mundur dari Rumusan Masalah ke daftar teori adalah cara tercepat menghindari menulis teori yang tidak pernah Anda gunakan:

Kata kunci Rumusan MasalahSubbab teori yang dibutuhkan
”Action Pattern”2.2.1 Framework Laravel & MVC · 2.2.2 Single Responsibility Principle · 2.2.3 Action Pattern
”maintainability”2.2.4 Kualitas Perangkat Lunak (ISO/IEC 25010) · 2.2.5 Cyclomatic Complexity · 2.2.6 Coupling
”testability”2.2.7 Unit Testing & Testability · 2.2.8 Black Box Testing dan UAT
”ambang batas yang direkomendasikan literatur”2.2.9 Ambang Batas Metrik Kode

Perhatikan daftar ini tidak menyebut apa pun tentang aplikasi Todo: domain (todo) bersifat insidental; teorinya sepenuhnya tentang evaluasi implementasi terhadap standar yang mapan, yang merupakan kontribusi penelitian sebenarnya. Ini adalah tes berguna untuk proyek Anda sendiri: jika sebuah subbab teori tidak dapat ditelusuri kembali ke kata kunci Rumusan Masalah, hapus.


4. Writing Chapter 2 Section by Section

2.1 Literature Study

Build a comparison table, not a summarised list. Each row is one prior study; columns force you to state the gap explicitly rather than leave it implied.

ColumnWhat it captures
Peneliti & TahunAuthor(s), publication year
JudulStudy title
Metode/FokusWhat they did: method, tool, or comparison used
HasilTheir key finding
Perbedaan dengan Penelitian IniWhat your project does differently: different metric, different scale, different framework, different pattern

Aim for 4–6 rows: enough to establish you searched broadly, few enough that each row is meaningfully discussed (not just pasted).

On avoiding plagiarism: never copy a sentence from an abstract into your table or prose. Read the finding, close the source, and write it in your own words from memory, then verify accuracy against the source. Use a reference manager (Zotero or Mendeley) from day one so every citation is tracked and formatted consistently. Retrofitting citations at the end of the semester is a common cause of missed deadlines.

2.2 Theoretical Basis

Write one subsection per concept identified in Section 3. For each:

  1. Define it, citing a credible source (textbook, standard, peer-reviewed paper, not a random blog post).
  2. Explain why it is relevant to your specific project in 1–2 sentences.
  3. Stop. Do not pad with unrelated background: a 3-paragraph history of PHP does not belong in a subsection about the Action Pattern.

4. Menulis BAB II Subbab demi Subbab

2.1 Studi Literatur

Susun tabel perbandingan, bukan daftar ringkasan. Setiap baris adalah satu penelitian sebelumnya; kolom memaksa Anda menyatakan kesenjangan secara eksplisit, bukan dibiarkan tersirat.

KolomApa yang ditangkap
Peneliti & TahunPenulis, tahun publikasi
JudulJudul penelitian
Metode/FokusApa yang mereka lakukan: metode, tool, atau perbandingan yang digunakan
HasilTemuan kunci mereka
Perbedaan dengan Penelitian IniApa yang dilakukan proyek Anda secara berbeda: metrik berbeda, skala berbeda, framework berbeda, pattern berbeda

Targetkan 4–6 baris: cukup untuk menunjukkan Anda mencari secara luas, cukup sedikit agar setiap baris dibahas secara bermakna (bukan hanya ditempel).

Tentang menghindari plagiarisme: jangan pernah menyalin kalimat dari abstrak ke tabel atau prosa Anda. Baca temuannya, sisihkan sumbernya, dan tulis dengan kata-kata Anda sendiri dari ingatan, lalu verifikasi akurasinya terhadap sumber. Gunakan reference manager (Zotero atau Mendeley) sejak hari pertama agar setiap sitasi terlacak dan diformat secara konsisten; menambahkan sitasi belakangan di akhir semester adalah penyebab umum tenggat yang terlewat.

2.2 Dasar Teori

Tulis satu subbab per konsep yang teridentifikasi di Bagian 3. Untuk masing-masing:

  1. Definisikan, mengutip sumber yang kredibel (buku teks, standar, paper peer-review, bukan blog post acak).
  2. Jelaskan mengapa relevan dengan proyek spesifik Anda dalam 1–2 kalimat.
  3. Berhenti. Jangan menambah dengan latar belakang yang tidak relevan: sejarah PHP tiga paragraf tidak pantas ada di subbab tentang Action Pattern.

5. Worked Example: Chapter 2 for Our Action Pattern Evaluation

2.1 Literature Study (template: replace with real sources you find)

Peneliti & TahunJudulMetode/FokusHasilPerbedaan dengan Penelitian Ini
[cari studi 1]Studi tentang penerapan design pattern pada maintainability aplikasi webStudi kasus, pengukuran cyclomatic complexityPattern X menurunkan kompleksitas rata-rata Y%Penelitian ini fokus pada Action Pattern spesifik Laravel, bukan pattern umum
[cari studi 2]Perbandingan arsitektur MVC dan layered architecture pada testabilityEksperimen terkontrolLayered architecture meningkatkan test coveragePenelitian ini mengevaluasi satu implementasi Action Pattern terhadap ambang batas literatur, bukan perbandingan A/B antar gaya arsitektur
[cari studi 3]Evaluasi coupling pada aplikasi PHP skala kecilStudi literatur + tooling statisCoupling tinggi berkorelasi dengan bug densityPenelitian ini mengukur coupling sebagai proksi maintainability, bukan bug density

This table is a structural template. Fill each [cari studi N] row with an actual paper you located through Google Scholar, Garuda, or Sinta: never submit placeholder rows like these in a real thesis.

2.2 Theoretical Basis (outline)

  • 2.2.1 Laravel Framework & MVC: Laravel’s Model-View-Controller structure and where business logic conventionally lives.
  • 2.2.2 Single Responsibility Principle: one of the SOLID principles; a class should have one reason to change (see our Design Patterns with PHP and Clean Code Principles tutorials for a deeper treatment).
  • 2.2.3 The Action Pattern: a design convention that extracts one business operation per invokable class, aligning with SRP.
  • 2.2.4 Software Quality (ISO/IEC 25010): the standard’s maintainability sub-characteristics: Modularity, Reusability, Analysability, Modifiability, Testability.
  • 2.2.5 Cyclomatic Complexity: McCabe’s metric for counting independent paths through a method, as a maintainability proxy.
  • 2.2.6 Coupling: the degree of interdependency between classes; lower coupling is theorised to ease isolated changes and testing.
  • 2.2.7 Unit Testing & Testability: what makes code easy or hard to unit test in isolation.
  • 2.2.8 Black Box Testing and UAT: functional testing theory, used later in Chapters 4 and 5 to validate the implementation behaves correctly for end users.
  • 2.2.9 Code Metric Thresholds: established reference values used to judge whether a measured metric is acceptable: McCabe’s (1976) cyclomatic complexity guideline (≤10 per method), Robert C. Martin’s Clean Code (2008) guidance on short methods (~20 lines), and commonly cited industry test-coverage targets (~80%). Coupling has no single canonical threshold in the literature; a real thesis must locate and cite its own defensible source for this one.

5. Contoh Terapan: Landasan Teori untuk Evaluasi Action Pattern dalam Penelitian Ini

2.1 Studi Literatur (template: ganti dengan sumber nyata yang Anda temukan)

Peneliti & TahunJudulMetode/FokusHasilPerbedaan dengan Penelitian Ini
[cari studi 1]Studi tentang penerapan design pattern pada maintainability aplikasi webStudi kasus, pengukuran cyclomatic complexityPattern X menurunkan kompleksitas rata-rata Y%Penelitian ini fokus pada Action Pattern spesifik Laravel, bukan pattern umum
[cari studi 2]Perbandingan arsitektur MVC dan layered architecture pada testabilityEksperimen terkontrolLayered architecture meningkatkan test coveragePenelitian ini mengevaluasi satu implementasi Action Pattern terhadap ambang batas literatur, bukan perbandingan A/B antar gaya arsitektur
[cari studi 3]Evaluasi coupling pada aplikasi PHP skala kecilStudi literatur + tooling statisCoupling tinggi berkorelasi dengan bug densityPenelitian ini mengukur coupling sebagai proksi maintainability, bukan bug density

Tabel ini adalah template struktural. Isi setiap baris [cari studi N] dengan makalah nyata yang Anda temukan melalui Google Scholar, Garuda, atau Sinta: jangan pernah menyerahkan baris placeholder seperti ini dalam skripsi sesungguhnya.

2.2 Dasar Teori (kerangka)

  • 2.2.1 Framework Laravel & MVC: struktur Model-View-Controller Laravel dan di mana business logic konvensional berada.
  • 2.2.2 Single Responsibility Principle: salah satu prinsip SOLID; sebuah kelas seharusnya punya satu alasan untuk berubah (lihat tutorial Design Patterns with PHP dan Clean Code Principles ini untuk pembahasan lebih dalam).
  • 2.2.3 Action Pattern: konvensi desain yang mengekstraksi satu operasi bisnis per kelas invokable, selaras dengan SRP.
  • 2.2.4 Kualitas Perangkat Lunak (ISO/IEC 25010): subkarakteristik maintainability pada standar ini: Modularity, Reusability, Analysability, Modifiability, Testability.
  • 2.2.5 Cyclomatic Complexity: metrik McCabe untuk menghitung jalur independen melalui sebuah method, sebagai proksi maintainability.
  • 2.2.6 Coupling: derajat interdependensi antar kelas; coupling rendah secara teoretis memudahkan perubahan dan pengujian terisolasi.
  • 2.2.7 Unit Testing & Testability: apa yang membuat kode mudah atau sulit diuji secara unit secara terisolasi.
  • 2.2.8 Black Box Testing dan UAT: teori pengujian fungsional, digunakan nanti di BAB IV/V untuk memvalidasi implementasi berperilaku benar bagi pengguna akhir.
  • 2.2.9 Ambang Batas Metrik Kode: nilai acuan mapan yang digunakan untuk menilai apakah metrik terukur dapat diterima: panduan cyclomatic complexity McCabe (1976) (≤10 per method), panduan Clean Code Robert C. Martin (2008) tentang method yang singkat (~20 baris), dan target test coverage industri yang umum dikutip (~80%). Coupling tidak memiliki satu ambang batas kanonik tunggal dalam literatur; skripsi sesungguhnya harus menemukan dan mengutip sumbernya sendiri yang dapat dipertanggungjawabkan untuk metrik ini.

6. Self-Check: Is Your Chapter 2 Ready?

  1. Does every Theoretical Basis subsection trace back to a word actually used in your Research Questions or Scope and Limitations?
  2. Does every Literature Study row end with a stated difference from your own project, not just a summary of theirs?
  3. Is every direct quote inside quotation marks with a page number? Is everything else paraphrased in your own words?
  4. Could you explain each theory concept out loud, from memory, without looking at your source? If not, you don’t understand it well enough to cite it correctly.
  5. Did you run your draft through your campus’s plagiarism checker before submitting?

6. Periksa Sendiri: Apakah Landasan Teori Anda Siap?

  1. Apakah setiap subbab Dasar Teori dapat ditelusuri kembali ke kata yang benar-benar digunakan di Rumusan Masalah atau Batasan Masalah Anda?
  2. Apakah setiap baris Studi Literatur diakhiri dengan perbedaan yang dinyatakan dari proyek Anda sendiri, bukan hanya ringkasan penelitian mereka?
  3. Apakah setiap kutipan langsung berada dalam tanda kutip dengan nomor halaman? Apakah semua yang lain diparafrasekan dengan kata-kata Anda sendiri?
  4. Bisakah Anda menjelaskan setiap konsep teori secara lisan, dari ingatan, tanpa melihat sumber Anda? Jika tidak, Anda belum memahaminya cukup baik untuk mengutipnya dengan benar.
  5. Apakah Anda menjalankan draf Anda melalui pemeriksa plagiarisme kampus sebelum menyerahkannya?

7. Common Mistakes in Chapter 2

MistakeWhy It Is WrongCorrect Approach
Theoretical Basis reads like a Wikipedia dumpCopying definitions verbatim (even with a citation) demonstrates you found the source, not that you understand it.Paraphrase every definition in your own words; quote only when the exact wording matters.
Literature Study is a list, not a tableLists let you skip stating the gap for each study: a table’s last column forces it.Always use the comparison table format with an explicit “Perbedaan” column.
Citing blogs and unranked websites as primary sourcesWeak sources undermine the credibility of your entire argument.Prefer peer-reviewed papers, textbooks, and official documentation; use blogs only for implementation details, never for theoretical claims.
Theory sections with no citation at allAn uncited claim is, by definition, unverifiable, and looks like it was invented for the thesis.Every definition and every claim of fact needs a citation.
Writing Theoretical Basis for concepts your project doesn’t usePadding wastes the reader’s time and signals you don’t know your own scope.Use the traceability check in Section 3: cut anything that doesn’t map to a Research Questions keyword.

7. Kesalahan Umum dalam BAB II

KesalahanMengapa SalahPendekatan yang Benar
Dasar Teori terasa seperti tumpukan WikipediaMenyalin definisi secara verbatim (bahkan dengan sitasi) menunjukkan Anda menemukan sumbernya, bukan memahaminya.Parafrasekan setiap definisi dengan kata-kata Anda sendiri; kutip hanya ketika kata-kata persis itu penting.
Studi Literatur berupa daftar, bukan tabelDaftar memungkinkan Anda melewatkan pernyataan kesenjangan untuk setiap studi: kolom terakhir pada tabel memaksanya.Selalu gunakan format tabel perbandingan dengan kolom “Perbedaan” yang eksplisit.
Mengutip blog dan website tidak terverifikasi sebagai sumber utamaSumber yang lemah merusak kredibilitas seluruh argumen Anda.Utamakan paper peer-review, buku teks, dan dokumentasi resmi; gunakan blog hanya untuk detail implementasi, jangan pernah untuk klaim teoretis.
Bagian teori tanpa sitasi sama sekaliKlaim tanpa sitasi, menurut definisinya, tidak dapat diverifikasi dan terlihat seperti dikarang untuk skripsi.Setiap definisi dan setiap klaim fakta membutuhkan sitasi.
Menulis Dasar Teori untuk konsep yang tidak digunakan oleh proyek AndaPenambahan yang tidak perlu membuang waktu pembaca dan menandakan Anda tidak tahu ruang lingkup Anda sendiri.Gunakan pemeriksaan traceability di Bagian 3: hapus apa pun yang tidak terpetakan ke kata kunci Rumusan Masalah.

8. What Comes Next?

With Chapter 1 giving us a scoped question and Chapter 2 grounding it in theory, we are ready to design how we will actually answer it. In Part 3, we cover Chapter 3: Development Methodology (BAB III: Metodologi Pengembangan): choosing a development method (we use Prototyping), drawing the Research Flow (Alur Penelitian), and precisely defining the metrics and instruments we will use to measure maintainability and testability.

8. Apa yang Akan Datang Selanjutnya?

Dengan BAB I memberikan pertanyaan yang terlingkup dan BAB II mendasarinya pada teori, langkah berikutnya adalah merancang bagaimana pertanyaan itu akan benar-benar dijawab. Bagian 3 membahas BAB III (Metodologi Pengembangan): memilih metode pengembangan (penelitian ini menggunakan Prototyping), menggambar Alur Penelitian, dan mendefinisikan secara presisi metrik dan instrumen yang digunakan untuk mengukur maintainability dan testability.

Related Content

Tutorial

Skripsi Mini Series Part 1: Introduction (Pendahuluan)

Part 1 of the Skripsi Mini Series. Learn how to write Chapter 1: Introduction (BAB I: Pendahuluan) of a Polinema thesis (skripsi), covering Background, Research Questions, Scope and Limitations, Objectives, and Significance, using a simple Laravel Todo app that evaluates the Action Pattern as the running example.

Tutorial

Skripsi Mini Series Part 3: Development Methodology (Metodologi Pengembangan)

Part 3 of the Skripsi Mini Series. Learn how to write Chapter 3: Development Methodology (BAB III: Metodologi Pengembangan): choosing a development method, drawing the Research Flow (Alur Penelitian), and precisely defining metrics and instruments, with a week-by-week timeline to finish on time.

Tutorial

Skripsi Mini Series Part 4: System Analysis and Design (Analisis dan Perancangan Sistem)

Part 4 of the Skripsi Mini Series. Learn how to write Chapter 4: System Analysis and Design (BAB IV: Analisis dan Perancangan Sistem): requirements analysis, UI wireframes, and a full UML design for our Action Pattern implementation, with the Fat Controller alternative shown as a clearly labelled conceptual contrast.

Tutorial

Skripsi Mini Series Part 5: Implementation and Testing (Implementasi dan Pengujian)

Part 5 of the Skripsi Mini Series. Learn how to write Chapter 5: Implementation and Testing: setting up the environment, implementing the database, writing the PHP code for the Action Pattern implementation, documenting prototype iterations, and running Black Box and unit tests.

Tutorial

Skripsi Mini Series Part 6: Results and Discussion (Hasil dan Pembahasan)

Part 6 of the Skripsi Mini Series. Learn how to write Chapter 6: Results and Discussion (BAB VI: Hasil dan Pembahasan): presenting measured results against literature thresholds, interpreting maintainability and testability metrics, and tying every result back to the Research Questions (Rumusan Masalah), including a threats-to-validity discussion.

// Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang

"address": "Jl. Soekarno Hatta No.9, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Malang, East Java — Indonesia 65141"

"email": "imam.fahrur@polinema.ac.id"